Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-08 17:32:51【Resep】020 orang sudah membaca
PerkenalanProses pemorsian MBG di dapur SPPG Angsau Dua milik Polres Tanah Laut, Kamis (6/11/2025). ANTARA/Fir

Pelaihari (ANTARA) - Satu unit mobil bak terbuka, Rabu (5/11) pagi membawa bahan pangan tiba di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsau Dua yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanah Laut, Polda Kalimantan Selatan, untuk mendukung program Makan Bergiizi Gratis atau MBG.
Barang yang diangkut untuk program MBG itu berupa buah apel 100 kilogram, wortel 20 kilogram, kentang 50 kilogram, selada 9,5 kilogram, tempe 58 kilogram dan ayam potong 47 kilogram.
Semua barang langsung dimasukkan ke ruang penyimpanan, sebelum diproses untuk dimasak bagi produksi program MBG.
Bahan baku pangan untuk MBG ini, semuanya berasal dari petani lokal di Kabupaten Tanah Laut yang telah bekerja sama dengan SPPG Angsau Dua di Jalan Ahmad Yani Gang Rahayu, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.
Kepala SPPG Angsau Dua Muhammad Alif Lazuardi mengaku memberdayakan petani lokal dan juga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memang menjadi komitmen pihaknya, sebagaimana arahan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Sialagan.
"Jadi semua bahan pangan, termasuk beras, dipasok dari Kabupaten Tanah Laut, harapannya keberadaan SPPG berdampak terhadap ekonomi masyarakat lokal," kata Alif.
Kabupaten Tanah Laut memang dikenal sebagai sentral pertanian hortikultura, seperti buah-buahan dan sayuran.
Daerah ini juga menjadi kabupaten andalan atau role modelatas berbagai pencapaian dalam hal produksi padi.
Tahun ini peningkatan surplus beras sebesar 27.628 ton, dengan produksi beras 63.435 ton, sementara jumlah penduduk 365.000 jiwa, dengan konsumsi berasnya sebanyak 35.807 ton.
Memiliki luas wilayah mencapai 363 ribu hektare, dengan 264 ribu hektare, di antaranya pertanian dan perkebunan dan 27 ribu hektare adalah luasan lahan baku sawah (LBS). Daerah ini subur, dengan budi daya pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
Ada lima kelompok tani dan 10 UMKM yang digandeng untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi kebutuhan SPPG itu setiap harinya yang harus menyediakan 3.186 porsi MBG.

Suka(724)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
Artikel Terkait
- Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik
- 35.000 paket bantuan Indonesia untuk Palestina telah diterima warga
- Minum air hangat vs air dingin: Mana yang lebih baik untuk kesehatan?
- UNRWA: Harga pangan Gaza melonjak ekstrem usai lahan dirangakan Israel
- Pedagang pasar Legi Parakan gelar kirab seratus tumpeng
- 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima manfaat
- Riset: Mayoritas responden akui MBG ringankan beban keluarga RI
- BKKBN Babel
- BPS ungkap Oktober selalu alami inflasi bulanan, kecuali pada 2022
- Menikmati gemerlap cahaya Guangzhou dari kapal di Sungai Mutiara
Resep Populer
Rekomendasi

Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut

PBB: Akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dibuka lagi

Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan

Produk olahan rempah Indonesia dilirik pasar Timur Tengah dan Afrika

Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia

Stafsus DKI tegaskan komitmen Pemprov jaga kualitas lingkungan

Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik

Menko Polkam: Negara kondusif selama setahun kepemimpinan Prabowo